Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Penurunan Sensasi Nyeri pada Perawatan Luka Pasien dengan Ulkus Diabetik di RSUP Dr. Sardjito

Umi Istianah1, Abdul Majid2, SF Budi Hastuti3Abstrak

Abstrak

Latar Belakang: Prevalensi penderita ulkus diabetik di Indonesia sekitar 15%, yang mengalami amputasi sebanyak 30% dan angka mortalitas 32%. Delapan puluh persen dari penderita DM dirawat di rumah sakit akibat komplikasi ulkus diabetik. Manajemen ulkus diabetik meliputi perawatan luka, debridemen luka, terapi antibiotik dan nutrisi. Setiap pasien ulkus diabetik mengalami nyeri dengan tingkatan yang berbeda-beda antara satu pasien dengan yang lainnya. Tehnik relaksasi merupakan salah satu metode manajemen nyeri non farmakologis dalam strategi penanggulangan nyeri.

Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan sensasi nyeri pada perawatan luka ulkus diabetik.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian RCT dengan pre-post test with control group design dan double blind. Penelitian dilakukan di IRNA I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2012. Populasi adalah semua pasien Diabetes Mellitus yang mengalami ulkus diabetik. Sampel ditentukan secara Consecutive Sampling, dengan kriteria eksklusi : responden dengan trauma muskuloskeletal. Jumlah sampel pada kelompok perlakuan 15 orang dan kontrol 15 orang. Intervensi yang diberikan adalah dengan memberikan teknik relaksasi nafas dalam selama 2 hari saat dilakukan perawatan luka. Pada hari ke tiga setelah perawatan luka, diajarkan teknik relaksasi seperti pada kelompok kontrol. Variabel terikatnya yaitu penurunan intensitas nyeri dengan VRS (Verbal Rating Scale). Perbedaan rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi dianalis dengan Wilcoxon-test, sedangkan perbedaan skala nyeri antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan Mann Whitney test dengan α=0,05

Hasil : Sebagian besar responden laki-laki (56.67%), dewasa < 60 tahun (70%) danmenderitaulkus grade2 (96,67%). Terdapat perbedaan yang bermakna tingkat nyeri sebelum dan setelah teknik relaksasi (p=0.03). Tidak terdapat perbedaan tingkat nyeri sebelum dan setelah teknik relaksasi pada kelompok perlakuan (p=125). Ada perbedaan bermakna antara tingkat nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok control (p=0.025)

Kesimpulan : Teknik relaksasi nafas dalam berpengaruh terhadap penurunan sensasi nyeri pada perawatan luka ulkus diabetik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kata Kunci : Diabetes Melitus, Ulkus Diabetik, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Sensasi Nyeri

Type : Jurnal Teknologi Kesehatan

Bibliografi : JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN, Vol. 9, No. 1, Maret 2013

Posted by : ppmdirektorat

Posted on : 25-10-2013

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*