Proceeding International Conference on Health Science 2016

PROCEEDING BOOK

THE 3rd INTERNATIONAL CONFERENCE
ON HEALTH SCIENCE 2016

“Optimizing the Mental Health under SDGs”

INNA GARUDA HOTEL YOGYAKARTA, INDONESIA
November 6st, 2016

Copyright is protected by Copyright Law year 1987
No part of publication may be reproduced in any methods without written
permission of the publisher

ISBN : 978-602-72715-1-7

Published by
Health Polytechnic of Ministry of Health in Yogyakarta
2016

PROCEEDING BOOK
The 3rd International Conference On Health Science 2016

 

Fulltext : Proceeding ICHS 2016 

PENGARUH BAHAN TUMPAT GLASS IONOMER CEMENT TERHADAP Ph SALIVA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI PETE, SAYEGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

PENGARUH BAHAN TUMPAT GLASS IONOMER CEMENT TERHADAP Ph SALIVA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI PETE, SAYEGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA.

Susilarti1) , Aryani Widayati2)

Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta,

Jl. Kyai Mojo No.56 Yogyakarta

 

ABSTRAK

Glass Ionomer Cement merupakan bahan tumpat permanen untuk gigi yang banyak digunakan oleh dokter gigi karena dapat berikatan secara kimiawi dengan jaringan gigi 1. Bahan tumpat ini memiliki bebrapa sifat yang cukup baik antara lain memiliki daya rekat yang baik pada gigi, warna mendekati warna gigi asli, mudah cara mengaplikasikannya dan mengandung fluor yang dapat menghambat laju perjalanan karies2 . Glass ionomer Cement direkomendasikan untuk digunakan pada penumpatan gigi dengan methode ART. Karena melepaskan ion fluor dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga dapat menghilangkan sensitifitas dan mencegah terjadinya karies sekunder3.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bahan tumpat Glass Ionomer Cement terhadap pH saliva setelah 1 hari, 1 minggu, 2 minggu dan paska penumpatan.

Metode penelitian : Kjenis penelitian ini adalah eksperimen semudengan rancangan pre test post test with control group design4. Pemilihan metode ini untuk mengetahui pengaruh bahan tumpat Glass Ionomer Cement terhadap pH saliva paska penumpatan. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV dan V sebanyak 50 siswa dengan kriteria inklusi terdapat minimal 1 gigi yang karies dengan indikasi tumpatan ART. Uji statistik dengan menggunakan uji t-test untuk mengetahui pH saliva sebelum dan sesudah 1 hari, 1 minggu, dan 2 minggu paska penumpatan.

Hasil penelitian : menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antara pH saliva sebelum dan sesudah penumpatan 1 hari, pada pemeriksaan pH saliva 1 minggu dan 2 minggu paska penumpatan terlihat ada perbedaan yang bermakna pH saliva sebelum dan sesudah penumpatan.

Kata Kunci : Glass Ionomer Cement, pH saliva

 

Bibliografi : JURNAL GIGI DAN MULUT ISSN 2338-963X, VOLUME 3 NOMOR 2 SEPTEMBER 2016

Posted by : admin

Posted on :  7 Desember 2016

Full Text : PENGARUH BAHAN TUMPAT GLASS IONOMER CEMENT TERHADAP Ph SALIVA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI PETE, SAYEGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

GAMBARAN Ph SALIVA DAN KARANG GIGI PADA KARANG TARUNA DI DESA NGARGOGONDO BOROBUDUR MAGELANG

GAMBARAN Ph SALIVA DAN KARANG GIGI PADA KARANG TARUNA DI DESA NGARGOGONDO BOROBUDUR MAGELANG

Rizka Ma’rifatul Ngazizah1, Ta’adi2, Aryani Widayati3.

123) Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Jl. Kyai Mojo No 56 Pingit Yogyakarta

Email : Riskakurus@gmail.com

 

ABSTRAK

Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih kurang mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun lingkungan masyarakat. Masalah kesehatan gigi dan mulut terdapat pada daerah penyangga gigi, dan salah satu penyebab dari penyakit dari daerah penyangga gigi adalah akumulasi karang gigi. Karang gigi terbentuk oleh adanya sisa makanan serta air ludah dan kuman – kuman maka terjadilah proses pengapuran yang lama kelamaan menjadi keras. Karang gigi yang terus dibiarkan di dalam mulut dapat menyebabkan iritasi, radang pada gusi dan kerusakan pada jaringan penyangga gigi, serta dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan lepas dengan sendirinya. Rongga mulut terdapat saliva dan tingkat keasaaman pH saliva dapat diukur dengan satuan pH, skala pH saliva berkisar antara 0-14 , dengan berbanding terbalik, dengan makin rendah nilai pH makin banyak asam dalam saliva. Sebaliknya meningkatnya nilai pH berarti bertambahnya bassa dalam saliva. Pada pH 7 , tidak ada kebasaan atau keasaman saliva dan disebut netral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pH saliva dan karang gigi pada karang taruna didesa Ngargogondo, Borobudur, Magelang dengan jumlah 20 responden. Jenis penelitian yang digunaakan adalah descriptive . penyajian data diolah dan dianalisis dalam bentuk prosentase . Hasil penelitian ini yaitu50 % derajat keasaman pH pada responden adalah dengan kriteria basa, 75 % responden mempunyai karang gigi dengan skore baik, responden perempuan lebih banyak daripada responden laki – laki yaitu 55 %. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu karang gigidengan kriteria baik pada perempuan adalah derajat keasaman pH saliva yang dalam kriteria basa.

Kata kunci :Ph Saliva, Karang gigi.

 

Bibliografi : JURNAL GIGI DAN MULUT ISSN 2338-963X, VOLUME 3 NOMOR 2 HAL 12-17 SEPTEMBER 2016

Posted by : admin

Posted on :  7 Desember 2016

Full Text : GAMBARAN Ph SALIVA DAN KARANG GIGI PADA KARANG TARUNA DI DESA NGARGOGONDO BOROBUDUR MAGELANG