PERAN-SERTA PEMILIK INDUSTRI TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PAHAT BATU DI TAMANAGUNG MUNTILAN

Nurul Asna*, Lucky Herawati**, Sardjito Eko Windarso**

 

* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY 55293

email: asna_nurul74@ymail.com

** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

 

Abstract

 

The working environment of stone carvingworkers in Tamanagung Village of Muntilanhas potentialhazards that may lead to healthproblems. Thosepotential hazardscan be prevented through proper and routine use of personal protective equipments (PPE). However, in practice, most of the workersare notaccustomed to use the PPE. Therefore, the role ofthe owners to remindand to admonishthe workersneeds tobe realized. This research was aimed to prove that the participation of industry owners can improve knowledge, attitude and practice of PPE among the carving stone workers. The research design was a quasi experiment with non-randomized pre-test posttest with control group. As the study subjects were workers of nine industries, i.e. 31 workers from four industries were assigned to experiment group and 32 workers from five industries were assigned to control group. The obtained study results show that the average value of knowledge, attitude and practice in the experiment group increased, respectively at 9.48; 3.42; and 3.54; meanwhile in the control group, they were at 2.69; 1.44; and 2.22; respectively. Nonparametric analysis with Mann Whitney test at 95 % level of significan-cy found that the improvement differences between the experiment and the control groups for knowledge and attitude of PPE use were significant (p-value < 0.05), and not significant (p-value = 0,083) for PPE use practice. Based on the results, it can be concluded that participation of industry owners influences the knowledge and attitudeof PPE use among their stone carving workers.

 

Keywords : industry owner participation, stone carving worker, personal protective equipment

 

Intisari

 

Lingkungankerja pekerja pahat batu di DesaTamanagung, Muntilan, memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Potensi bahaya tersebut dapat dicegah melaluipemakaian APD yang benar dan rutin.Namundemikian, dalam praktiknya, sebagian besar pekerja di sanatidak terbiasa menggunakannya. Olehkarenaitu, peran pemilik sebagai penanggungjawab untuk mengingatkan dan menegur pekerja perlu diwujudkan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwaperanserta pemilik industri dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pekerjadalampemakaian APD. Jenis penelitian yang dilakukanadalah eksperimen semu dengan desain non-randomized pre-test posttest with control group.Subyek penelitian adalah pekerjadari sembilan industri pahatbatu, yakni 31 pekerja dari 4 industri sebagai kelompok ekperimen dan 32 pekerja dari 5 industri sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan, sikap, dan praktik pada kelompok eksperimen, secara berturut-turut sebesar 9,48; 3,42; dan 3,55; danpadakelompokkontrol, secaraberturut-turutsebesar 2,69; 1,44; dan 2,22. Analisissecaranonparametrik dengan uji Mann Whitneypadaderajatsignifikansi 95 % menyatakanbahwaperbedaankenaikan tingkat pengetahuan dan sikapataspemakaian APD oleh pekerjaadalahbermakna (nilai-p < 0,05), sementarauntukperbedaankenaikantingkatpraktik, tidakbermakna (nilai-p= 0,083). Dari hasil tersebutdapat disimpulkan bahwaperanserta pemilik industriberpengaruh terhadap pengetahuan dan sikappekerja pahat batudalammemakai APD.

 

Kata Kunci : peranserta pemilik industri, pekerja pahat batu, alatpelindungdiri

 

full text

pdf

Bibliografi : Sanitasi, Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.7, No.4, Mei 2016, Hal 174 – 180

Posted on : 2 Mei 2016

PENGGUNAAN KURSI ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI KELUHAN NYERI OTOT RANGKA (MUSCULOSKELETAL DISORDERS) PADA PEKERJA LAUNDRY DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA

Dian Sugesti Ningsih*, Lucky Herawati**, Agus Suwarni**

 

* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl.Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY 55293

email: 11diansugesti@gmail.com

**JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

 

Abstract

 

Musculokeletal disorders is a pain at parts of skeletal muscles felt by a person which is caused by various factors, either internal or external. Musculoskeletal disorders is a common health pro-blem found in industrial sectors, included in the informal ones, such as in laundry business. Iron-ing process in laundry activities takes long duration and is a monotonous work. Many workers experiencing pain in their skeletal muscle after ironing, of which ergonomic factor is considered as one of the causes. Therefore, the research was intended to study about the application of er-gonomic chair in reducing the musculoskeletal disorders among laundry workers in Yogyakarta city by conducting a true experiment with pre-test post-test with control group design. As the study subjects were 30 ironing workers taken from 30 laundry services selected as the sample. They were then divided equally into two groups, i.e. 15 were allocated both in the treatment and the control groups. Proportional cluster random technique was used in the sampling process. The measurement of musculoskeletal pain employed a 15 item questionnaire based on the Nor-dic Body Map questionnaire. The data then were analyzed by using Mann-Whytney test with α=0,05 and obtained a p-value of 0,0001 which shows that the pain difference between the control and the treatment groups was significant. In the treatment group, after using the ergo-nomic chairs, the pain was felt decrease at waist, back, left hand and left foot; meanwhile in the control group, the measurement results in pre-test and post-test were similar. Based on the results, it is advised that coordination between the Licensing Office and laundry owners is need-ed to provide ergonomic chairs for the workers to work comfortably and to avoid the muscular skeletal disorders. For further studies it is recommended to consider nutritional status, psycho-logical state and workload of the workers when applying the ergonomic chairs.

 

Keywords : ergonomic chair, skeletal muscle pain, laundry workers

 

Intisari

 

Gangguan musculoskeletal adalah keluhan pada bagian otot rangka yang dirasakan oleh sese-orang yang  disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Keluhan nyeri otot rangka merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di dunia industri, termasuk yang ber-sifat informal seperti usaha laundry. Proses menyetrika di laundry membutuhkan waktu penger-jaan yang panjang dan bersifat monoton. Banyak pekerja merasakan keluhan nyeri otot rangka sesudah melakukan kegiatan ini, di mana faktor ergonomi merupakan salah satu penyebabnya. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk mengkaji tentang penggunaan kursi ergonomis terha-dap penurunan keluhan nyeri otot rangka pada pekerja laundry di wilayah Kota Yogyakarta de-ngan melakukan eksperimen sungguhan menggunakan rancangan pre-test post-test with control group. Subyek penelitian adalah 30 pekerja penyetrika dari 30 usaha laundry di Kota Yogyakarta yang terambil menjadi sampel. Subyek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu masing-masing sebanyak 15 untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel me-makai teknik proporsional cluster random sampling. Pengukuran keluhan menggunakan kuesio-ner yang terdiri dari 15 item pertanyaan yang diambil dari kuesioner Nordic Body Map. Data di-analisis dengan Mann-Whitney test pada α=0,05 dan diperoleh nilai p = 0,0001 yang menunjuk-kan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara selisih keluhan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakuan, setelah menggunakan kursi ergonomis, penu-runan keluhan ditemui untuk pinggang, punggung, tangan kiri dan kaki kiri; sedangkan pada ke-lompok kontrol, hampir semua keluhan pada pengukuran pre-test dan post-test menunjukkan kesamaan. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan koordinasi antara Dinas Perizinan dengan pa-ra pemilik usaha laundry untuk menyediakan kursi ergonomis agar pekerja dapat beraktivitas de-ngan nyaman dan mencegah keluhan nyeri otot rangka. Adapun untuk penelitian lanjutan disa-rankan untuk memperhatikan status gizi, keadaan psikologis dan beban kerja dalam menerap-kan kursi ergonomis

 

Kata Kunci : kursi ergonomis, nyeri otot rangka, pekerja laundry

dalam penggunaan kursi ergonomisng technique was used

full text

Bibliografi : Sanitasi, Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.8 No.1, Agustus 2016, Hal 1 – 8

Posted on : 2 Agustus 2016

PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP KEBUGARAN MAHASISWA DIPLOMA III KESEHATAN ASAL DAERAH TERPENCIL DI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN YOGYAKARTA

Lucky Herawati, Maryana, Suhardjono

Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, 55293,

Email: dok0312042yahoo.co.id, no Telp/Fax: 0274-617601

ABSTRAK

Prestasi nilai akademik Mahasiswa Diploma III Kesehatan dari daerah terpencil dan perbatasan di Politeknik Kesehatan Yogyakarta di bawah standar. Untuk meningkatakan fungsi otak diperlukan kebugaran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi dalam latihan aerobik pada kebugaran. Penelitian ini adalah Quasi-eksperimen with pretest-posttest control group desaign. Sampel adalah 79 siswa Diploma III yang berasal dari daerah terpencil dan perbatasan di utara Kalimantan (39 siswa sebagai kelompok perlakuan, 40 siswa sebagai kelompok control), yang tinggal di asrama, rata-rata umur 20 tahun, kedua jenis kelamin. Latihan aerobic, dilakukan bersama-sama setiap pagi, selama 40 menit, 5 hari seminggu, selama 1 bulan atau 4 minggu. Teknik sampling yang digunakan adalah total sample. Analisis data menggunakan Paired T-test dan Independent T-test, dengan variable control jenis kelamin dan usia. Data kebugaran diukur 2 kali yaitu kebugaran awal dan kebugaran akhir (repeated). Data selisih nilai kebugaran (pre-posttest) pada masing-masing kelompok, diuji kemakanaanya dengan Independent Sample t-test Repeated Ajustmen. Hasilnya menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value=0,00, setelah mengendalikan jenis kelamin dan usia. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh yang signifikan partisipasi dalam latihan aerobic pada kebugaran fisik (rata 14,76%, p = 0,013). Latihan aerobic, melakukan bersama-sama setiap pagi, selama 40 menit, 5 hari seminggu, selama 1 bulan atau 4 minggu yang berasal dari daerah terpencil dan perbatasan.

 

Kata kunci : aerobic,kebugaran, mahasiswa Politeknik Kesehatan

Bibliografi: Jurnal Teknologi Kesehatan, Volume 11, Nomor 2, September 2015, hlm. 94-98

Posted on: 2 September 2015

full text

Per review