PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PELEPAH PISANG SEBAGAI KOMPONEN DAUR ULANG KERTAS

Sri Karyati*, Lucky Herawati**, Sri Puji Ganefati***

* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Gamping, Sleman, DIY 55293 email: srikaryati1992@yahoo.com ** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta *** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Abstract

The habit of some people in waste recycling is still considered as an activity that time, money and energy wasting, whereas actually the activity has many advantages. One type of agricultural wastes is dry midrib of banana, which contains cellulose up to 63 – 64 %, so that it is potential as raw material for pulp making in the paper production. The aim of this research is to understand the influence of the addition of dry banana midrib variations as one component of recycled paper processing on the paper tensile strength, by conducting an experiment which employed post test only control group design. From the six treatment variations and one control, the average of the tensile strength from 15 sheets of the recycled paper yielded from each ratio of used paper and dry banana midrib, i.,e. 1:0,5; 1:1; 1:1,5; 1:2; 1,5:2; and 0,5:2 were 4474 gram; 5524 gram; 6650 gram; 7848 gram; 9546 gram and 6800 gram, respectively. The p-value derived from the oneway anova testing was <0,001, therefore it can be interpreted that the differences was significant. Compared with the other five, the rasio variation of 1,5:2; produced the best paper tensile strength. The factors that affecting the strength are: fiber length, material components, pressure, and bonds between the fibers which are associated with fine fiber contents. It can be concluded that in the recycled paper processing, the bigger the amount of the material component, the higher the tensile strength is gained.

Keywords : recycled paper, dry banana midrib, paper tensile strength test

Intisari

Kebiasaan sebagian masyarakat untuk mendaur-ulang limbah masih dianggap sebagai kegiatan yang menghabiskan waktu, uang dan tenaga saja. Padahal aktifitas tersebut dapat memberi banyak manfaat. Salah satu limbah yang berasal dari pertanian adalah pelepah pisang kering yang mengandung selulosa sebanyak 63 – 64 % sehingga berpotensi menjadi bahan baku pembuatan pulp dalam produksi kertas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi pelepah pisang kering sebagai komponen dalam proses daur ulang kertas terhadap kuat tarik kertas yang dihasilkan dengan melakukan eskperimen menggunakan desain posttest only control group. Dari enam variasi perlakuan dan satu kontrol, rerata hasil uji kuat tarik kertas terhadap 15 lembar kertas dari masing-masing perlakuan perbandingan antara kertas bekas dan pelepah pisang kering yang digunakan, yaitu 1:0,5; 1:1; 1:1,5; 1:2; 1,5:2; dan 0,5:2; secara berturut-turut adalah sebesar: 4474 gram; 5524 gram; 6650 gram; 7848 gram; 9546 gram dan 6800 gram. Setelah diuji dengan one way anova diperoleh nilai p < 0,001 yang berarti bahwa perbedaan yang ada memang bermakna. Variasi perbandingan 1,5:2 menghasilkan kuat tarik paling baik dibandingkan dengan lima lainnya. Faktor yang berpengaruh pada kuat tarik adalah panjang serat, komponen bahan, proses penekanan, dan ikatan antar serat yang berhubungan dengan kandungan serat halus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin banyak jumlah komponen bahan dalam pembuatan kertas daur ulang maka akan semakin besar pula kuat tarik kertas yang dihasilkan.

 

Kata Kunci : kertas daur ulang, pelepah pisang kering, uji kuat tarik kertas

full text

per review

Bibliografi       : Sanitasi, Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.5, No.1, Agustus 2013, Hal 8 – 15

Posted by        : 29 Agustus 2013

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*