EFEKTIFITAS BERBAGAI DOSIS BIO-SLURRY SEBAGAI BUMBU KOMPOS TERHADAP WAKTU PEMBENTUKAN DAN KUALITAS KOMPOS DI DUSUN GADINGHARJO, DONOTIRTO, KRETEK, BANTUL

Catur Bunga Novitamala*, Bambang Suwerda**, Indah Werdiningsih**

 

* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY 55293

email: catur.bunga@gmail.com

** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

 

Abstract

 

Organic waste yielded from households in Gadingharjo Village have not been yet treated pro-perly. The utilization that can be implemented is composting. One of activators that can accele-rate the processing time and improve the quality of the compost is bio-slurry. The aim of this research is to know the effectiveness of bio-slurry as compost activator by conducting a post-test-with-control-group designed experiment. The amount of domestic waste that was treated were 75 kg and were obtained with non-random sampling technique. The time of composting formation were counted from the initial process until the compost were mature, based on the following criteria: blackish brown color, soiled smells, and has environment stable temperature. The measurement of N, P, and K substance were carried on at the laboratory of BBTKL Yogya-karta. In the control group, the mean composting time was 34,7 days, meanwhile in the treat-ment groups of 1:1:2; 1:1:3 and 1:1;4 it was 25,3 days, 27,3 days, and 29,7 days. The result of one way anova test obtained p value < 0,001 which is meant that the differences were signifi-cant. The average of N, P, and K concentrations in the control group were 1,0438 %; 0,1880 %; and 1,4045 %. Meanwhile, in treatment group of 1:1:2 they were: 1,4639 %; 0,2699 %; and 1,2320 %; in treatment group of 1:1:3 they were: 1,0465 %; 0,2707 %; and 1,3154 %; and in treatment group of 1:1:4 they were: 0,8865 %; 0,2285 %; and 1,2992 %; respectively. To con-clude, bio-slurry can be used as an activator to speed-up the composting time and to improve the compost quality. The most effective bio-slurry addition is 1:1:2 ratio .

    

Keywords : bio-slurry, activator, compost, domestic organic waste, NPK

 

Intisari

 

Sampah organik rumah tangga di Dusun Gadingharjo belum terolah dengan baik. Pemanfaatan yang dapat dilakukan pada sampah tersebut adalah dengan pengomposan. Salah satu bumbu kompos yang dapat digunakan untuk mempercepat waktu proses dan meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan adalah bio-slurry. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas bio-slurry tersebut dengan melakukan eksperimen menggunakan post test with control group design. Jumlah sampah rumah tangga yang diteliti sebanyak 75 kg yang diambil dengan teknik non random sampling. Lama waktu terbentuknya kompos dihitung dari awal pembuatan sampai kompos menjadi matang dengan kriteria: berwarna coklat kehitaman, berbau tanah, dan men-dekati suhu stabil lingkungan. Pengukuran unsur N, P, dan K dilakukan di laboratorium BBTKL Yogyakarta. Di kelompok kontrol, kompos terbentuk secara rata-rata dalam 34,7 hari, semen-tara di kelompok perlakuan perbandingan 1:1:2; 1:1:3; dan 1:1:4; secara berturut-turut kompos terbentuk dalam 25,3 hari, 27,3 hari, dan 29,7 hari. Hasil uji anava satu jalan menghasilkan nilai p < 0,001 yang berarti bahwa perbedaan tersebut signifikan. Rata-rata kadar N, P, dan K yang dihasilkan oleh kelompok kontrol masing-masing adalah: 1,0438 %, 0,1880 %, dan 1,4045 %. Sementara itu, di kelompok perlakuan 1:1:2 hasilnya adalah: N, 1,4639 %; P, 0,2699 %; dan K, 1,2320 %; kelompok perlakuan 1:1:3; N, 1,0465 %; P, 0,2707 %; dan K, 1,3154 %; serta di ke-lompok perlakuan 1:1:4; N, 0,8865 %; P, 0,2285 %; dan K, 1,2992 %. Dapat disimpulkan bah-wa bio-slurry dapat mempercepat waktu dan meningkatkan kualitas pengomposan, dimana pe-nambahan yang paling efektif adalah dengan menggunakan perbandingan 1:1:2.

 

Kata Kunci : bio-slurry, aktivator, kompos, sampah rumah tangga, NPK

Sanitasi, Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.7, No.2, November 2015, Hal 51 – 58

Full Text

Post On : 2 November 2015

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*