PENGARUH BERBAGAI VARIASI VOLUME MINYAK GORENG BEKAS TERHADAP STANDAR MUTU DETERJEN CUCI CAIR

Dwi Rahma Wati*, Bambang Suwerda**, Rizki Amalia**
* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl.Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY 55293
email: violetanra@yahoo.co.id
**JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Abstract
Cooking oil is a food ingredient that is used for daily needs. The re-use of cooking oil for many times is highly not suggested since it may lead to harm human health and pollute the environ-ment. One of efforts to process used cooking oil is to utilize it as base material in liquid detergent making. The purpose of the study was to know the influence of different volume variation of used cooking oil (i.e. 50, ml, 55 ml and 60 ml) toward the quality standard of the detergent yielded, referred to the SNI. The study was a pre-experiment with post-test only design and conducted in three replications. The laboratory measuremnet and panel test, showed that all of the liquid wa-shing detergent produced had fullfiled the standard parameter that consists of: homogenous liquid formation and can dripping, has perfume fragrance, has no-striking color, pH between 10-12, minimum active ingredient 25 %, specific weight between 1,2-1,5; and maximum microbe contamination 1×105. Results of subsequent statistical analysis using kruskal-wallis test at 5% signifcany level showed that the quality of all detergent yielded from the experiment were not significantly different, and 50 ml was decided as the most effective volume of the used cooking oil.
Keywords : liquid washing detergent, used cooking oil
Intisari
Minyak goreng adalah komponen makanan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Peng-gunaan ulang minyak tidak disarankan karena dapat menimbulkan gangguan bagi kesehatan manusia dan mencemari lingkungan. Salah satu upaya untuk mengolah minyak goreng bekas adalah menjadikannya sebagai bahan pembuatan deterjen cair. Tujuan penelitian ini adalah un-tuk mengetahui pengaruh tiga variasi volume minyak goreng bekas (yaitu 50 l, 55 ml dan 60 ml) terhadap standar mutu dari deterjen cair yang dihasilkan dengan mengacu pada SNI. Penelitian yang dlakukan berjenis pre-eksperimen dengan mengikuti post-test only design dan terdiri dari tiga kali ulangan. Hasil pemeriksaan laboratorium dan uji panel, menyatakan bahwa semua de-terjen cuci cair yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu yang diacu, yaitu meliputi: ber-bentuk cair homogen dan dapat menetes, berbau khas wangi parfum, berwarna khas tidak mencolok, pH antara 10-12, bahan aktif minimal 25 %, bobot jenis minimal 1,2-1,5; dan cemaran mikroba maksimal 1×105. Hasil analisis secara statistik dengan menggunakan uji kruskal-wallis pada derajat siginifikansi 5 % menyimpulkan bahwa kualitas deterjen cair yang dihasilkan tidak berbeda secara signfikan, dan volume minyak goreng bekas sebanyak 50 ml adalah yang paling efektif.
Kata Kunci : deterjen cuci cair, minyak goreng bekas

Full Text

Bibliografi : Sanitasi, Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.6, No.1, Agustus 2014, Hal 25 – 30

Post on : 2 Agustus 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *