KOMPOSISI KERTAS BEKAS DAN KULIT KACANG TANAH DALAM PEMBUATAN KERTAS DAUR ULANG

Retno Arif Utami*, Haryono**, Indah Werdiningsih**
* JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi 3, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY 55293
email: retno_arifutami@yahoo.com
** JKL Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Abstract
One of environmental issues that still a problem is waste. One of the waste sources is rempeyek industry in Pelem Madu, Imogiri, Bantul, Yogyakarta Province that produces solid waste in the form of peanut shells and has not yet been processed adequately. Peanut shells contain of 63,5 % cellulose which can be used as additional component in paper recycling process. The purpose of this research was to know the effect of five composition ratio of peanut shells towards the tensile strength and water absorption of the recycled papers, by conducting an experiment which followed post test only with control group design. From the measurement of paper tensile strength, the averages from five times replication for each composition ratio between used pa-pers and peanut shells (i.e. ,1:0,5; 1:1,0; 1:1,5; 1:2,0; and 1:25) were: 0,519 N/mm; 0,751 N/mm; 0,777 N/mm; 0,905 N/mm and 1,118 N/mm, consecutively. Meanwhile, the obtained means from water absorption test for the same composition ratios, were: 71,4 mm; 72,2 mm; 72,8 mm; 65,2 mm and 57,2 mm, respectively. The One Way Anova test at 0,05 level of significance, yielded a p value < 0,001 which means that the composition ratio variation significantly influenced the tensile strength and the water absorption of the yielded papers. The best composition ratio for both parameters is 1:2,5 and it can be concluded that the more peanut shells were added to the process, the produced paper will gain the higher tensile strength and the more able to reduce water absorption.
Keywords : peanut shells, paper recycling, paper tensile strength, water absorption power
Intisari
Salah satu masalah lingkungan yang masih menjadi persoalan adalah sampah. Salah satu sum-ber sampah yaitu industri rempeyek di Dusun Pelem Madu, Imogiri, Bantul, DIY, yang meng-hasilkan limbah padat berupa kulit kacang tanah dan belum dilakukan pengolahan secara maksi-mal. Kulit kacang tanah memiliki 63,5 % selulosa yang dapat digunakan sebagai komponen tambahan dalam proses daur ulang kertas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari lima perbandingan komposisi kulit kacang tanah dalam proses daur ulang kertas terhadap kuat tarik dan daya serap air dari kertas yang dihasilkan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan desain post test only with control group. Hasil pengukuran uji kuat tarik, dari lima kali ulangan, secara berturut-turut diperoleh rerata sebesar 0,519 N/mm; 0,751 N/mm; 0,777 N/mm; 0,905 N/mm dan 1,118 N/mm, untuk masing-masing perbandingan komposisi antara kertas bekas dan kulit kacang tanah 1:0,5; 1:1,0; 1:1,5; 1:2,0; dan 1:2,5. Adapun untuk hasil pengukuran uji daya serap air, diperoleh rata-rata untuk masing-masing komposisi tersebut sebesar 71,4 mm; 72,2 mm; 72,8 mm; 65,2 mm dan 57,2 mm. Dari hasil uji statistik One Way Anova dengan derajat signifikansi 0,05, diperoleh nilai p < 0,001, yang berarti bahwa variasi perbandingan komposisi kulit kacang tanah mempengaruhi kuat tarik dan daya serap air dari kertas hasil daur ulang. Perbandingan komposisi yang paling baik bagi kedua parameter pe-ngukuran di atas adalah 1:2,5. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak kulit kacang tanah yang ditambahkan, maka kertas yang dihasilkan akan semakin tinggi kuat tariknya dan semakin mampu mengurangi penyerapan air.
Kata Kunci : kulit kacang tanah, daur ulang kertas, kuat tarik kertas, daya serap air

Full Text

Bibliografi : Jurnal Sanitasi Vol. 7, No. 1, hAL. 26-35, Edisi Agustus 2015

Post On : 2 Agustus 2015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*